ANEKDOT DARI UIN SU:”PAK RADEN” DAN “TUAN GURU BODONG”, STAF AHLI DUNIA AKHIRAT (2)

Sebelumnya Halaman I

Memang pantas, kalau “Tuan Guru Bodong” mengurusi soal akhirat. Maklum, penampilannya seperti Imam Besar Masjidil Haram, Mekkah. Biacaranya pun melulu tentang “langit” dan sedikit sufistik. Bahkan, orang serlalu menyebutnya guru tarikat. Pokoknya, kalau dilihat sepintas lalu, “Tuan Guru Bodong” ini memang cukup berwibawa.

 

Suatu ketika, “Tuan Guru Bodong” ini pernah menunjukkan kehebatannya. Waktu itu, putri “Tuan Guru Sontoloyo”, menderita penyakit aneh. Selain fisiknya melemah, setiap malam putri “Tuan Guru Sontoloyo” ini mau keluar rumah sambil membuka busananya. Tak tahu pasti, apakah ini termasuk penyakit medis atau karena dilanda stress.

 

Melihat situasi itu, “Tuan Guru Bodong “ tampil meyakinkan. Dengan membaca sedikit mantra-mantra, “Tuan Guru Bodong” menytebut bahwa putri “Tuan Guru Sontoloyo” kena gangguan jin penunggu rumah dinas. Gadis itu bisa disembuhkan dengan syarat “Tuan Guru Sontoloyo” harus pindah dari rumah dinas. “Tuan Guru Sontoloyo” pun pindah rumah, tapi penyakit putrinya belum juga sembuh. Belum diketahui pasti dimana salahnya, materi doanya atau orang yang membacakan doanya.

[irp posts=”932″ name=”ANEKDOT DARI UIN SU :”]

 

Meminjam istilah almarhum Sutan Batugana Siregar, ngeri-ngeri sedap memang melihat tingkah “Tuan Guru Bodong” ini. Satu sisi ia dihormati oleh murid-muridnya karena ilmunya, tapi di sisi lain, tindakannya terkadang tak sejalan dengan predikatnya. Atau, mungkin karena ia nekad mencaplok istilah “Tuan Guru” yang notabene milik masyarakat Lombok, NTB.

 

Sekarang, kita kembali melihat sepak terjang staf ahli kedua, yaitu, “Pak Raden”, yang mengurusi bidang hukum. Sejak menjadi staf ahli, “Pak Raden” ini memang aktif mempublikasi semua aktivitas dan terobosan-terobosan “Tuan Guru Sontoloyo”. Di mata “Pak Raden”, apa saja yang dikatakan dan dikerjakan “Tuan Guru Sontoloyo” adalah “titah” yang harus disebarkan pada masyarakat luas, agar semua orang tahu, bahwa “Tuan Guru Sontoloyo” adalah yang terbaik di dunia.

 

[irp posts=”935″ name=”ANEKDOT DARI UIN SU :”]

Tapi, lucunya, kendati “Tuan Guru Sontoloyo” memiliki staf ahli bidang hukum, tokh ia malah terjerat hukum. Tengoklah kasus pembangunan gedung di “perusahaannya”, mangkrak. Justru ini pulalah yang menyeretnya menjadi tersangka korupsi. Berkas kasusnya kini sudah di tangan Kejatisu, dan akan segera disidangkan.

 

Maka, orang pun bertanya, “Pak Raden” itu ahli dalam menyelamatkan orang dari jeratan hukum, atau ahli untuk menjerumuskann orang melanggar hukum. Memang, antara menyelamatkan dan menjerumuskan itu beda tipis. Tergantung dari segi mana memandangnya, atau kecil besarnya setoran yang harus diterima. Terserah “Pak Raden” lah.

 

Ya..apapun yang dikerjakan kedua staf ahli itu, terserah mereka lah. Tidak boleh ada yang memvonis benar atau salah. Yang pasti, saat ini Satuan Pengawas Internal (SPI) sedang meneliti Surat Keputusan (SK) kedua staf ahli itu. Jika memang melanggar, maka kepada kedua staf ahli itu, diwajibkan mengembalikan gaji yang selama ini mereka terima. Jika membandel, maka bersiap-siaplah menyusul bos mereka ke penjara. Masih ada kelanjutannya. Tunggu ya. Tar