Polda Sumut Tahan Empat Tersangka Penjual Vaksin Covid-19, Dua Dokter

Health, Kriminal, Nasional287 Dilihat

Gardamedannews.com-MEDAN- Kasus penjulan vaksin covid-19 di Medan makin berkembang. Polda Sumatera Utara sampai Jumat (21/5) malam telah menetapkan dan menangkap empat tersangka, yaitu, SW selaku pemberi suap, IW dokter di Lapas Tanjung Gusta dan KS dokter di Dinkes Sumut selaku penerima suap, serta SH staf di Dinkes Sumut.

 

Pengembangan dan pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumut Irjen pol Panca Putra Simanjuntak didampingi Wakapolda Sumut Brigjen pol Dadang Hartanto di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja XII Medan, Jumat (21/5).

 

” Vaksinasi dilakukan dengan imbalan tertentu kepada kelompok masyarakat yang seharusnya belum menerima. Karenanya Polda Sumut secara terpadu melakukan penyelidikan, dan pada Selasa (18/5) tim menemukan adanya kegiatan vaksin di sebuah perumahan,” ujarnya.

 

Pemberian tersebut dikoordinir oleh SW yang merupakan agen properti yang bekerjasama dengan IW dan KS. “Sebelumnya, kepada penerima vaksin diminta biaya berupa uang sebesar Rp250 ribu. Dari pendalaman dan pemeriksaan yang dilakukan, modus operandinya SW melakukan koordinasi dengan IW dan KS,” sebutnya.

 

Seharusnya, vaksin tersebut diberikan kepada petugas publik dan napi di Lapas Tanjung Gusta.”Tetapi vaksin itu diberikan kepada masyarakat yang membayar,” jelasnya.

 

Pihaknya mengungkapkan jumlah uang yang berhasil dikumpulkan para pelaku. Dari 15 kali vaksinasi tersebut, kata Panca mencapai sebesar Rp271 juta 25 ribu.Lalu fee yang diberikan kepada SW dari hasil kegiatan tersebut sebesar Rp32 juta 550 ribu.

 

SW selaku pemberi suap, dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan b dan/atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999.

 

Sedangkan IW dan KS selaku penerima suap, dikenakan pasal 12 huruf a dan b dan/atau Pasal 5 ayat 2 dan/atau Pasal 11 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001.

 

Kemudian dijuntokan dengan Pasal 64 ayat 1 KUHP serta Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

 

Untuk tersangka SH, Panca mengatakan, berperan memberikan vaksin kepada IW tanpa melewati prosedur yang seharusnya. Kepadanya akan dikenakan Pasal 372 dan 374 KUHP yang bila memungkinkan akan dijerat dengan pasal tindak korupsi.”Barang bukti yang kita sita ada 13 botol vaksin sinovac, di mana 4 botol sudah kosong.

 

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mewawancarai salah satu pelaku yang berinisial SW. SW mengaku awalnya teman-temannya mencari dirinya untuk mendapatkan vaksin, sehingga dia menjembataninya.

 

” Kemudian teman-teman mengumpulkan dana, baru saya serahkan kepada dokter baik tunai dan non tunai. Lalu diberikan kepada saya uang minyak dan capek, tapi saya tidak minta,” pengakuannya dengan menggunakan alat pengeras suara. Tbn