Buronan KPK Harun Masiku Masih di Indonesia

Hukum, Nasional, Politics635 Dilihat

Gardamedannews.com-JAKARTA- Buronan KPK Harun Masiku ada di Indoneia. Itulah pernyataan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Al Rasyid. Mengejutkan memang. Sebab, politikus PDIP itu sudah dinyatakan buron sejak 17 Januari 2020, tapi sampai sekarang belum tertangkap.

” Dia ada (terdeteksi di Indonesia) orang plat nomornya kami tahu, yang dipakai mobilnya. Masak sampean enggak percaya kalau Harun masih hidup?” kata Harun Al Rasyid  pada wartawan di Jakarta, Minggu (30/5).

Harun  tidak bisa berbicara lebih lanjut terkait keberadaan tersangka buron tersebut. Dia mengatakan, keberadaan Harun Masiku terdeteksi di Indonesia hingga Jumat (28/5) lalu. “Tapi itu sudah beberapa hari yang lalu dan sekarang sudah hari Minggu. Perkembangan dari hari Jumat kan, ya sekarang sudah saya rahasiakan lagi dimana,” katanya.

“Teknis kani di lapangan, cara kami bekerja tentu enggak bisa diceritakan. Tapi intinya Harun Masiku ada, itu saja, berdasarkan hasil kerja kami, dia ada di Indonesia,” tambahnya.

Dirinya dapat mengetahui keberadaan Harun setelah mendapat tugas dari pimpinan KPK guna mencari keberadaan tersangka dimaksud. Sayangnya, dia mengaku saat ini tidak bisa berbuat apapun lantaran sudah diminta menyerahkan tugas ke atasan menyusul diterbitkannya SK 652 terkait hasil tes wawasan kebangsaan (TWK). “Masalahnya kan kemudian kami diminta untuk menyerahkan tugas kembali kepada atasan, nah jadi kami enggak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Sebelumnya, Harun Masiku dimasukan ke dalam daftar buronan oleh KPK pada 17 Januari 2020 lalu. Namun hingga saat ini KPK maupun aparat penegak hukum lain belum dapat menemukan keberadaannya.

Ia tersangka kasus suap paruh antar waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024. Status itu dia sandang bersamaan dengan tiga tersangka lain yakni mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota bawaslu Agustiani Tio Fridelia dan pihak swasta Saeful.

Mantan komisioner KPU itu disebut-sebut telah menerima suap Rp 900 juta guna meloloskan caleg PDIP Harun Masiku sebagai anggota dewan menggantikan caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu. Rep