Pembunuh Ojol Kecanduan Judi Tembak Ikan

Hukum, Kriminal, Medan, Sumut429 Dilihat

Gardamedannews.com- BINJAI- Kecanduan judi tembak ikan, akhirnya membunuh sopir ojek online. Itulah yang dilakoni Riki Darmawan alias Mawan terhadap Iwan Suranta Nainggolan (43). Mawan, warga Jalan Hasan, Lingkungan V, Kelurahan Limau Sundai, Kecamatan Binjai Barat mengakui ini pada sidang di PN Binjai, Rabu (9/6)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Benny Surbakti mendakwa bahwa pembunuhan yang dilakukan terdakwa berawal dari menggadaikan sepeda motor Honda Scoopy milik abangnya kepada Dinan senilai Rp 3 juta di Kelurahan Pekan Binjai.

Setelah menerima dana segar, terdakwa melaganya untuk bermain judi ke mesin tembak ikan dengan harapan beruntung dan membawa puluhan juta. Karena uang tersebut habis tersedot mesin judi, terdakwa memiliki niat untuk melakukan tindakan kriminal, agar dapat mengembalikan sepeda motor milik abangnya.

” Terdakwa tidak dapat menebus sepeda motor yang digadaikan dan timbul niat untuk melakukan pencurian,” ujar Benny di hadapan Ketua Majelis Hakim, David Simare-mare. Kemudian, terdakwa pulang ke rumah mengambil sebilah pisau, untuk menakut-nakuti orang. “Pisau yang dibawa terdakwa diselip di sebelah kanan pinggangnya,” ujar Benny

Kemudian terdakwa yang kecanduan judi tembak ikan itu bertemu dengan korban, di Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Martini, Lingkungan I, Kelurahan Jati Karya, Binjai Utara. Melihat korban sedang sendiri di tepi jalan, terdakwa menusuk leher kanan korban satu kali dan punggung dua kali di atas sepeda motor.

” Iwan pun menjerit dan berteriak minta tolong. Terdakwa melompat dari sepeda motor yang kemudian melarikan diri,” tambah dia. Akibatnya, korban kemudian terkapar di badan jalan. Teriakan korban mengundang perhatian warga dan kepling setempat. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham, namun nyawa korban tak tertolong.

“Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal berlapis, yakni Pasal 340 dan Pasal 338 dengan ancaman hukuman pidana mati,” ujar Benny.Usai dakwaan, sidang dilanjutkan dengan mendengar keterangan saksi. Luttero Nainggolan sebagai saksi pelapor menjelaskan bahwa korban adalah abang kandungnya.

” Sebelumnya kami keluarga mendapat kabar ini dari tetangga. Korban meninggalkan seorang istri dan empat orang. Motif terdakwa butuh duit dengan cara mau mengambil sepeda motor abang saya,” tandasnya. Sidang ditunda dan kembali dilanjutkan pada Rabu (16/6) mendatang dengan agenda mendengar keterangan saksi. Bun