Menyongsong Cak Ali Menggoyang Matahari

Gardamedannews.com- MEDAN- Masyarakat Indonesia tiba-tiba tersentak. Bagai terbangun dari mimpi indah. Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum, yang akrab dipanggil Cak Ali, masuk kategori sosok yang paling layak jadi calon Presiden 2024 dari Akademisi-Teknokrat. Ini sesuai dengan hasil survey Arus Survey Indonesia (ASI) yang melakukan survey pada awal Mei 2021.

Bagi kalangan akademisi, hasil survey itu tidak mengejutkan. Sebab, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) itu, memang layak untuk menjadi pemimpin negeri ini. Tapi, di kalangan partisan partai politik, kehadiran Komisaris Utama PT.Pelni ini di panggung Capres, laksana badai tsunami.

Alasannya sederhana. Pertama, mantan Ketua Umum PB PMII ini bukan Ketua Partai Politik. Kedua, jabatannya sekarang juga tidak strategis mendukung Capres. Ketiga, penulis buku “ Pemikiran dan Sikap Politik Gus Dur” itu tak pernah menggembar-gemborkan diri untuk maju menjadi calon Presiden 2024.

Memang, hari ini, Cak Ali tidak memegang tampuk Partai. Namun, setidaknya, Cak Ali pernah menjadi Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) priode 2002-2005. Dan, beberapa kali menjadi Ketua Fraksi PKB di DPR RI. Apalagi menjadi Ketua Partai bukan ukuran untuk menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Tengoklah, Jokowi dan KH.Ma’ruf Amin. Keduanya pemimpin bangsa yang bukan berasal dari Ketua Partai.

Dilema

Nah..ini memang dilema bagi Cak Ali. Keharusan dukungan Parpol untuk menjadi calon Presiden, membuat Cak Ali berfikir keras. Peluang dukungan Parpol hanya bisa meraihnya dari PKB. Sebab, selain “berkarat” di PKB, Ia juga “berkerak” di Nahdlatul Ulama (NU). Kedua perahu ini yang seharusnya membawa Ali Masykur Musa menuju pulau impian.

Namun, saat ini, PKB dipimpin Muhaimin Iskandar. Konon, seperti tahun lalu, Muhaimin Iskandar juga masih kepingin jadi calon Presiden 2024. Selain itu, antara Cak Imin dan Cak Ali ada benang merah di masa lalu. Karenanya, kemungkinan agak berat bagi Cak Ali untuk menumpang perahu yang nakhodanya Cak Imin tersebut.

Tapi, Ali Masykur Musa, yang mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu, bukanlah sosok yang cengeng. Lihatlah, belum “bergerak” saja ia sudah mampu bertengger di atas, apalagi kalau ia “bergrilya” politik. Hasilnya pasti akan berbeda. Sebab, dalam dunia politik, bukan “persahabatan” yang harus menggema. Namun, “kepentingan” yang wajib membahana.

Dalam “pertempuran” ini, Cak Ali memang tak bisa sepenuhnya mengandalkan perahu lama. Ia harus bisa menggaet perahu-perahu yang sedang berlayar. Di sini, Ali Masykur Musa bisa menggaet simpati nakhoda perahu lain. Dengan bargaining politik atau dengan membuat gebrakan tersendiri yang terukur dan terarah. Memang tak gampang, tapi bukan berarti tak mungkin.

Mencari Simpati

Untuk soal ini, Cak Ali mungkin bisa memetik contoh dari Jokowi. Bagaimana ia mampu menghipnotis simpati dari masyarakat Indonesia. Sampai akhirnya, “pemilik” PDIP, Megawati Soekarnoputri, juga mendorong Jokowi untuk bisa memimpin negeri ini. Bagi Cak Ali, ini mungkin jauh lebih mudah, karena jaringan akar bawah sudah lama terbentuk. Tinggal menghidupkan dan menggerakkannya kembali.

Cak Ali masih memiliki waktu untuk itu. Apalagi, belakangan ini Ali Masykur Musa banyak berkutat pada kegiatan relegius. Sebuah kegiatan yang sangat mudah memancing emosional dalam kultur keindonesiaan. Kegiatan ini bisa diperlebar dengan menghidupkan jaring sosial yang memang sudah terbentuk sebelumnya.

Tentu saja, apa yang sudah dirilis lembaga Survey Arus Survey Indonesia (ASI) itu, tak boleh sia-sia. Di dalamnya, terdapat harapan besar yang harus disahuti demi masa depan bangsa dan negara ini. Walaupun tantangan tidak mudah, tapi bukan berarti harus mengalah.

Di depan, tantangan Ali Masykur Musa itu seperti matahari. Memiliki kekuatan dan energi yang besar. Dengan panasnya yang congkak mampu membuat orang tertunduk. Tapi, Cak Ali harus mampu seperti rembulan. Indah merona, dan membuat banyak orang gembira sambil tertawa menikmati keheningan cakrawala. Sekian dulu, nanti sambung lagi. Tar