Bocah 10 Tahun Tewas Digigit Anjing Tetangga

Hukum, Kriminal, Medan, Sumut794 Dilihat

Gardamedannews.com- MEDAN- Muhammad Reza Aulia akhirnya meinggal dunia. Bocah 10 tahun Warga Perumnas Simalingkar, Deli Serdang, Sumatera Utara, itu meninggal setelah tiga hari digit anjing tetangganya. Karena tak ada perdamaian, kasus ini bergulir ke ranah hukum dan ditangani Polrestabes Meda.

Polisi telah melakukan penyelidikan dan kini menunggu hasil autopsi bocah Muhammad Reza Aulia (10). “Sudah kami tarik penanganannya sejak semalam. Statusnya masih lidik,” kata Wakasatreskrim Polrestabes Medan, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung kepada wartawan Selasa (15/6).

Ia menjelaskan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium terkait penyebab kematian. “Korban diduga digigit anjing pada Kamis (10/6) dan meninggal hari Minggu (13/06),” ucapnya.

Muhammad Reza Aulia merupakan warga Jalan Sagu Raya, Perumnas Simalingkar A, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Lia Pratiwi, ibu korban, menceritakan, putra bungsunya digigit anjing tetangganya saat hendak membeli jajanan di warung yang tak jauh dari kediamannya, Kamis (10/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Di paha kanannya terdapat dua lubang bekas gigitan.

” Awalnya bocah itu hendak membeli jajan di warung yang tidak jauh dari rumah ini. Ia pergi bersama kawannya, namun saat melintas di rumah tetangga saya yang memiliki anjing, pintu pagarnya terbuka karena ada penjual galon mineral yang mengantar air ke rumah itu. Seketika anjing itu keluar dan langsung menggigit anak saya,” kata Lia.

Reza tidak berani pulang ke rumah. Dia singgah ke rumah temannya. “Mungkin dia takut jadi awalnya tidak berani memberitahu kami. Sesampainya di rumah, dia langsung ngomong sama kakeknya bahwa ia baru digigit anjing. Saya saat itu tidak di rumah, jadi mendapat telpon dari kakeknya kalau anak saya ini digigit anjing,” ungkapnya.

Lia memutuskan langsung pulang ke rumah. “Saya langsung pulang dan membawa anak saya ini untuk berobat di Bidan Manurung. Setelah disuntik ia kembali dibawa pulang,” katanya.
Reza yang hari itu seharusnya latihan taekwondo meminta izin kepada ibunya tidak bisa berlatih karena badannya sakit akibat digigit anjing.

“Adik enggak latihan ya, karena badan rasanya sakit semua karena habis digigit anjing.” kata Lia menirukan perkataan anaknya kala itu.

Sedangkan kakeknya sempat telepon kepala lingkungan (Kepling) untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Anak saya dan Kepling sempat ke rumah pemilik anjing, tapi sampai di sana setelah ngomong dengan pemilik anjing, wanita itu memberitahukan nanti diberitahukan setelah suaminya pulang. Tapi kami tunggu sampai malam tak ada jawaban,” katanya.

Esoknya, Lia bersama anaknya serta Kepling kembali mendatangi rumah pemilik anjing.
Tapi, lagi-lagi tak ada respon yang baik soal kasus yang dialami anaknya.

“Kita bertemu dan diajak ngomong baik-baik tidak terima, Mereka (pemilik anjing) sempat bilang hanya karena Rp 100 ribu kita ribut. Mereka bahkan tidak percaya dengan kwitansi perobatan Reza dan meminta waktu untuk memeriksa kebenaran kwitansi tersebut,” tutur Lia.
Melihat respon yang sedemikian, Lia lalu menantang agar pemilik anjing untuk pergi bersamanya ke klinik tempat anaknya berobat. “Ayo kita ke sana,” tantang Lia.

” Mereka bilang tak perlu dan sebut gara-gara Rp 100 ribu saja diributkan. Terus suaminya sempat bilang tidak takut mau dibawa jalur hukum sekalipun. Bahkan mau ngadu ke Wali Kota Bobby Nasution sekalipun kami enggak takut. Kemudian mereka pulang disaksikan Kepling,” bebernya. Bun