Temuan Mahasiswa UIN Sumut Sabet Medali Emas Internasional

Gardamedannews.com- MEDAN- Keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sumnatera Utara patut berbangga. Temuan Tim mahasiswa UIN Sumut berhasil menggondol medali emas dan tiga penghargaan bergengsi dalam bidang life science. Kompetisi ini diikuti 21 negara yang diadakan di Malaysia.

Wakil Rektor III UIN Sumut, Dr. Misful Khoiri, menjelaskan mahasiswa yang mewakilki UIN Sumut tersebuat adalah, Yurid Audina (Fakultas Sain dan Tekhnologi jurusan Matematika), Muhammad Hadi Rivai (Mahasiswa FST jurusan Biologi), Nadya Nurcahyani (Mahasiswa FST jurusan Biologi), dan Alhauzan Ramadhany Simangunsong (FITK jurusan pendidikan matematika).

“ Alhamdulillah temuan mereka mendapatkan medali emas dan tiga penghargaan lain, “ tegas Nisful, Senin (21/6) di kampus UIN Sumut Medan.

Mereka menemukan suatu inovasi yang mereka namakan Ibacandelly, yang merupakan akronim dari ipoema batatas candly jelly. Wujud inovasi temuan mereka adalah manisan semisal yupie, makanan yang digemari anak-anak.Bedanya, ibacandelly punya khasiat untuk membantu penderita diabetes.

“Kandungan flavonoid dalam ubi ungu yang menjadi bahan dasar ibacandelly ini sangat tinggi. Zat ini yang membantu pankreas dalam memproduksi insulin,” kata Yurid.

Anak-anak mahasiswa ini mengolah bahan dasar ubi ungu ini menjadi tepung sebelum dibuat menjadi permen.“Untuk usia anak-anak, khasiat ibacandelly ini untuk mencegah diabetes. Karena kita menemukan banyak juga kasus anak-anak yang memiliki gejala diabetes,” Al Fauzan menyambung.

Untuk rasa manis dari “permen obat” ini mereka menggunakan gula stefia yang berasal dari dedaunan. Sedangkan nama jelly sebagai bagian dari nama produk inovasi mereka merupakan pengenyal-nya, mereka dapatkan dari jelly yang lazim ditemui di pasar.

“Gula stefia ini memiliki kadar gula yang sangat rendah. Sedangkan untuk jelly-nya kami masih terus menyempurnakannya,” Yurid menambahi keterangannya

Hadi Rifa’i, Nadya, juga Yurid kemudian menceritakan proses penemuan inovasi mereka ini. Awalnya mereka melakukan studi literatur melalui riset sejumlah jurnal.
Kemudian mereka mengembangkan riset ini. Mereka telah pula menguji kandungan zat di dalam bahan-bahan yang mereka oleh ke laboratorium.

Ubi biru yang menjadi bahan dasar inovasi ini sendiri tak kalah unik. Karena, dia tumbuh secara khusus di kawasan Kabupaten Dairi. “Ubi biru dengan kandungan flavonoid yang tinggi ini hanya ditemukan tumbuh di Dairi,” ujar Al Fauzan. Itu juga yang membuat mereka yakin akan kebaruan dari inovasinya ini.

Ketika inovasi ini diikutkan ke ajang internasional, mereka mendapat repons yang positif dan berhak mengikuti putaran final di Jakarta. Red