Masjid Al-Aqsa Dibangun Tiga Nabi, Miliki Lima Keistimewaan

Gardamedannews.com-MEDAN- Masjid Al-Aqsa, adalah tempat ibadah kebanggaan umat Islam. Masjid kedua di dunia ini, ternyata dibangun tiga Nabi, yaitu, Nabi Ya’qub, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Pantaslah kalau ummat Islam dunia marah besar ketika Masjid itu diganggu pasukan zionis Israel.

Dalam ajaran Islam, Yerusalem di Palestina merupakan salah satu tanah suci–di luar Makkah (Masjid al-Haram) dan Madinah (Masjid Nabawi). Di Yerusalem, berdirilah Masjid al-Aqsa.
Syahdan, kali pertama Yerusalem dibangun Nabi Daud AS setelah menguasai kota itu dari Suku Yebusit. Nabi Daud lalu mengembangkan dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota kerajaannya.

Tahta kerajaan Nabi Daud lalu digantikan Nabi Sulaiman AS. Di kota itu, Nabi Sulaiman membangun sebuah Haekal atau Harem Syarif (tempat yang mulia) yang lengkap dengan singgasananya. Para ahli sejarah Yahudi menyatakan, Nabi Sulaiman membangun sebuah kuil yang bernama Baitallah.

Haekal Baitallah itu menjadi tempat beribadah umat Yahudi pertama yang indah dan megah. Di tengah Haekal itulah terdapat sebuah batu hitam bernama Sakhrah Muqaddasah. Berlandaskan batu itulah, Rasulullah SAW melanjutkan Mi’raj ke langit ketujuh untuk menerima perintah shalat dari Allah Ta’ala.

Menurut Hanafi al-Mahlawi dalam bukunya, Al-Amakin al-Masyhuriyah fi Hayati Muhammad SAW (Tempat-tempat Bersejarah yang Dikunjungi Rasulullah SAW), jauh sebelum Nabi Sulaiman AS membangun Haikal tersebut, Nabi Ya’kub AS telah membangun sebuah mesjid di Palestina, yaitu Masjid al-Aqsa.

Masjid Al-Aqsa pertama kali dibangun oleh Nabi Ya’kub AS dan direnovasi oleh Nabi Daud AS. Lantas, bangunan mulia itu disempurnakan oleh Nabi Sulaiman AS. Masjid al-Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun di atas dunia ini setelah Masjid al-Haram (Makkah).

Dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan, Abu Dzar meriwayatkan, ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang mesjid pertama yang dibangun di muka bumi. Rasulullah SAW menjawab: ”Mesjid al-Haram.” Abu Dzar bertanya lagi, ”Selanjutnya mesjid apa?” Beliau menjawab, ”Mesjid al-Aqsha.” Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama jarak pembangunan keduanya?”

Rasulullah SAW menjawab, “Selama 40 tahun. Lalu, Allah menjadikan bumi ini bagi kalian sebagai mesjid. Oleh karena itu, kapan pun waktu shalat, lakukanlah shalat di atasnya, karena dia memiliki keutamaan.” Dalam beberapa keterangan, Mesjid al-Aqsha pertama kali dibangun pada 2500 tahun sebelum masehi (SM).

Ada Lima hal tentang Mesjid Al-Aqsa yang perlu diketahui:

1. Kiblat Umat Muslim Pertama
Mesjid Al-Aqsa menjadi kiblat umat Muslim generasi awal, hingga 17 bulan setelah hijrah sampai kemudian dialihkan ke Kakbah Masjidil Haram. Sedangkan menurut kepercayaan Yahudi, tempat yang sekarang menjadi Mesjid Al-Aqsa dipercaya sebagai tempat berdirinya Bait Suci pada masa lalu. Masjid Al-Aqsa juga memiliki kaitan erat dengan para nabi dan tokoh Bani Israel yang juga disucikan dan dihormati dalam ketiga agama.

2. Masjid Ke-2 di Dunia
Mesjid Al-Aqsa merupakan masjid kedua yang dibangun di dunia sebagaimana hadis Abu Dzar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan muslim berkata “Aku bertanya, Wahai Rasulullah, Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab “Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi “Kemudian (Masjid) mana ?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsa”. Aku bertanya lagi “Berapa jarak (pembangunan) antar keduanya ?” Beliau menjawab “Empat puluh tahun” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

3. Pesona Mesjid
Pesona Masjid Al-Aqsa terletak pada desain arsitektur yang memadukan unsur tradisional dengan sedikit sentuhan modern. Masjid ini memiliki 7 buah lorong yang ditunjang oleh tiang-tiang melengkung bergaya hypostyle nave, serta dilengkapi beberapa ruang kecil tambahan di sisi sebelah barat dan timur.

Terdapat 121 jendela kaca patri dari era Abbasiyah dan Fatimiyah yang berdiri kokoh hingga saat ini. Sebagian besar ruangan Majid Al-Aqsa didominasi marmer berwarna putih dengan balutan karpet merah yang terlihat anggun. Kubah masjid dulunya terbuat dari batu yang dibangun langsung oleh Abdul Malik bin Marwan. Namun sekarang sudah diganti oleh Azh-Zahir dengan desain terbaru yaitu kayu yang disepuh dengan lapisan enamel timah. Interior kubah dicat mengikuti dekorasi khas era abad ke-14.

4. Tempat Persinggahan Isra Mi’raj
Isra Mi’raj sesuai yang ada di dalam Al-qur’an Surat Al-Isra ayat pertama, merupakan muzijat dari Allah dan peristiwa terbesar dalam sejarah manusia, ketika Rasulullah dipertemukan langsung dengan sang pencipta. Rasulullah didampingi Malaikat Jibril dengan mengendarai Buraq, berangkat dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Di kawasan Al-Aqsa inilah, Buraq itu melintas melalui sebelah dinding barat Masjid Al-Aqsa. Untuk kemudian menuju Sidratul Muntaha, berjumpa dengan Allah Swt.

5. Tempat Yang Diberkahi
Mesjid Al-Aqsa merupakan tempat yang dilebihkan keberkahannya oleh Allah SWT, yang dimaksud dengan diberkahi. Karena kawasan Masjid Al-Aqsa merupakan tempat diutusnya Nabi.

Allah berikan kesuburan tanahnya, sehingga menghasilkan aneka tanaman dan buah-buahan, serta barang tambang yang terkandung di dalamnya. Diberkahi pula mata pencahariannya, makanan pokok, dan hasil pertaniannya. Termasuk banyak tanaman, sungai dan kesuburan yang tiada putus. Isl