Gara-gara IAKN, Guru Besar USU Sebut Bupati Taput Bos Bandit

Gardamedannews.com- MEDAN- Gara-gara berbeda pendapat tentang penggantian nama Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan bersiteru dengan Guru Besar USU, Prof. Yusuf L. Henuk. Bahkan, Prof Henuk menyebut Nikson Nababan sebagai bos bandit.

Menurut Nikson Nababan, dia sudah memaafkan perbuatan Prof Yusuf L Henuk. Katanya, dia menyerahkan kasus hukum yang saat ini tengah dihadapi Prog Yusuf L Henuk pada polisi dalam kaitan pelanggaran Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) karena dianggap menghina sejumlah pihak.

“Biar saja proses hukum tetap berjalan,” katanya, Sabtu (3/7). Nikson Nababan mengakui bahwa awal mula permasalahan dirinya dengan Guru Besar USU Prof Yusuf L Henuk dikarenakan perbedaan pandangan terkait perubahan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.

Awalnya, Nikson Nababan berpendapat bahwa IAKN harusnya diubah menjadi Universitas Tapanuli Raya (Untara). Sementara Prof Henuk meminta untuk dijadikan Universitas Kristen Negeri (UKN). “Seharusnya kalau ada perbedaan soal itu (Untara dan UKN) bisa saling memberi masukan dan membuat kajian masing-masing secara akademis,” bebernya.

Nikson Nababan menyayangkan adanya cacian dan makian di media sosial yang dilakukan Guru Besar USU Prof Yusuf L Henuk kepada dirinya dan sejumlah pihak lain. “Tidak perlu saling fitnah dan caci maki di medsos,” ungkapnya. Ia menerangkan, bahwa belum ada permintaan maaf dari Prof Yusuf L Henuk pada dirinya sejak yang berangkutan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Taput.

Meskipun yang melaporkan adalah warga. “Belum ada, sebab bukan saya yang mengadu, tapi warga,” jelasnya. Adapun kedua pelapor itu yakni Martua Situmorang dan Alfredo Sihombing.

Diketahui, Prof Yusuf L Henuk tidak ditahan polisi meski sudah menyandang status tersangka pelanggaran UU ITE. Kapolres Taput AKBP M Saleh mengatakan tidak ditahannya Prof Yusuf L Henuk lantaran pasal yang menjerat tersangka cuma Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang ancamannya 4 tahun penjara. “Ancamannya hukumannya hanya 4 tahun. Kita enggak bisa melakukan penahanan,” bebernya, Kamis (1/7).

Adapun alasan polisi menetapkan Prof Yusuf L Henuk sebagai tersangka yakni:
1. Akun An. Yusuf Leonard Henuk dengan postingan CONTOH SI TUA BODOH SOK ATUR IAKN- TARURUNG serta melampirkan screenshot foto profile pelapor (Martua Situmorang)

2. Akun Facebook An. YUSUF LEONARD HENUK dengan postingan kalimat *saya buat surat terbuka saya ke presiden Jokowi pada tanggal 24 Maret 2021, lalu meminta ijin Prof. Lince Sihombing untuk beri kesempatan saya untuk tampil melawan para bandit yang dipimpin Bupati Taput & hebatnya Alfredo Sihombing sok jagoan kampung datang cari saya di IAKN- Tarutung jadi saya tampil semakin beringas buat surat/laporan polisi di Polres Taput pada tanggal 26 April 2021. Bun