Empat Petani Aceh Nekat Jadi Kurir Sabu Antar Provinsi

Hukum, Kriminal, Medan, Ragam358 Dilihat

Gardamedannews.com- MEDAN- Hanya mengharapkan upah Rp 12 Juta, empat petani asal Aceh nekat menjadi kurir sabu antar Provinsi. Akibatnya, keempat petani tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Medan dan disidang pada Jumat (9/7).

Keempat terdakwa yakni Syarboni alias Bob (20), Iswanda Alias Wanda (23), Tarmizi alias Midi (24) dan Muhammad Ikhsan alias Iksan (22).

Mereka berempat nekat meninggalkan profesinya sebagai petani karena tergiur dengan upah Rp 12 juta menjadi kurir Narkotika antar provinsi dari Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dalam sidang beragendakan dakwaan yang digelar secara daring tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Buha Reo Christian Saragih mengatakan perkara ini bermula pada Selasa tanggal 19 Januari 2021 lalu, sekira pukul 00.30 WIB, petugas Polrestabes Medan melakukan penangkapan terhadap keempat terdakwa di Hotel Serena Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

“Saat dilakukan penangkapan terhadap keempat terdakwa, petugas kepolisian menemukan 4 paket ukuran sedang yang berisikan sabu yang akan dimasukkan ke dalam sandal oleh para terdakwa,” kata JPU.

Setelah diinterogasi, sambung JPU, keempat terdakwa mengaku bahwa sabu tersebut diterima terdakwa Tarmizi dan terdakwa Ikhsan dari seorang laki-laki yang tidak dikenal, di Halte depan Kantor Kodam Bukit Barisan dan pemilik sabu tersebut adalah Pop (DPO) dan dijanjikan upah sebesar Rp 12 juta apabila berhasil mengantarkan sabu tersebut.

“Kemudian, keempat terdakwa mengaku bahwa peran terdakwa Syarboni dan Iswanda berperan memasukkan narkotika sabu ke dalam sandal. Sedangkan peran terdakwa Tarmizi dan terdakwa Ikhsan mengantarkan sabu tersebut dari kota Medan ke kota Kendari Sulawesi Tenggara,” urai JPU Reo.

Selanjutnya, keempat terdakwa berikut barang bukti yang disita dibawa ke Kantor Sat Res Narkoba Polrestabes Medan untuk diproses lebih lanjut.

“Atas perbuatan keempat terdakwa dijerat pidana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas JPU dari Kejari Medan ini.

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Mian Munthe melanjutkan persidangan beragendakan keterangan kepolisian. Bun