Waspada! Lonjakan Kasus Covid Indonesia Kalahkan India

Gardamedannews.com- JAKARTA- Pemerintah Indonesia tampaknya harus lebih sigap. Masalahnya, lonjakan kasus covid-19 hari ini, Senin (12/7) menembus angka 40.427 kasus dengan 891 penderita meninggal. Jumlah ini mengalahkan laporan covid India dengan kasus 37.154. India berpenduduk 1,4 miliar seangkan Indonesia 276 Juta jiwa.

Lonjakan kasus baru Covid-19 Indonesia, terbanyak di Jawa yakni DKI Jakarta 14.619 kasus, disusul Jawa Barat dengan 7.942 kasus dan Jawa Tengah dengan 2.928 kasus.

Melihat lonjakan ini, Indonesia akan mengimpor 40.000 ton oksigen likuid dalam waktu dekat . “Kita proses impor 40.000 ton oksigen likuid untuk kita gunakan ke depan. Kita jaga-jaga. Walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu,” ujar Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual pada Senin (12/7).

” Memang kalau melihat tren dunia, perkembangan di AS, di Inggris, di mana-mana trennya lonjakan kasus meningkat tajam. Kita lebih baik berjaga-jaga sehingga kita tidak kaget,” sambungnya.

Luhut mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah setuju Indonesia mengimpor oksigen konsentrator sebanyak 50.000 unit. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi penggunaan oksigen likuid. “Sekarang kita sudah punya beberapa ribu, mungn mendekati 10.000 tabung. Itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus (Covid-19) yang ringan,” lanjutnya.

Oksigen konsentratror juga akan dipinjamkan ke rumah-rumah dan kalau sudah selesai dipakai bisa diambil kembali. Apabila pandemi Covid-19 telah selesai nantinya oksigen itu bisa dibagikan di rumah sakit-rumah sakit.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah menyiapkan skenario perpanjangan PPKM Darurat hingga 6 minggu ke depan karena cepatnya mutasi varian baru Delta. Hal itu tertera dalam bahan paparan Sri Mulyani pada rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI hari ini, Senin (12/7).

” Kemungkinan PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan,” sebut paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

PPKM Darurat diperpanjang dilakukan bila risiko pandemi Covid-19 masih tinggi.Dalam paparan juga disebutkan, PPKM Darurat sangat berimplikasi kepada pertumbuhan ekonomi. Tbn