50 Pasien Covid Tewas Terbakar, 67 Luka Parah

Gardamedannews.com- BAGHDAD- Mengerikan. Sedikitnya 50 pasien covid-19 tewas terbakar dan 67 lainnya mengalami luka bakar serius. Ini terjadi di RS Al-Huseein, Nassiriya, Irak. Rumah sakit yang menangani dan menampung pasien Covid-19 itu mengalami kebakaran hebat, Serlass (13/7) dinihari.

Seperti yang dilansir Daily Express, api dikatakan dapat dikendalikan, tetapi operasi pencarian masih berlangsung. Jumlah korban tewas diperkirakan 50 pasien dan akan bertambah seiring upaya pencarian yang masih terus dilakukan. Enam belas orang berhasil diselamatkan dari rumah sakit.

Juru bicara otoritas kesehatan setempat Haydar al-Zamili, mengatakan kepada AFP bahwa “api menerjang bangsal isolasi Covid“. “Para korban meninggal karena luka bakar dan pencarian berlanjut,” tambahnya. Al-Zamili memperkirakan masih banyak orang berada di dalam gedung.

Pejabat kesehatan dari Provinsi Dhi Qar mengatakan, kebakaran yang mengakibatkan 50 pasien covid itu tewas disebabkan oleh ledakan tangki oksigen. Namun kemudian, petugas menduga bahwa api mungkin berasal dari korsleting listrik. Seorang petugas kesehatan menggambarkan sulitnya upaya penyelamatan.

Kepada Reuters mereka mengatakan “Api yang mengamuk telah menjebak banyak pasien di dalam bangsal virus corona dan tim penyelamat berjuang untuk menjangkau mereka.” Video yang diunggah ke media sosial Twitter menunjukkan api besar dengan kolom asap tebal yang mengepul.

Mustafa al-Kadhimi Perdana Menteri Irak kemudian mengadakan pertemuan darurat dengan para menteri dan komandan keamanan tinggi.Seorang wartawan Reuters yang berada di tempat kejadian mengatakan: “Petugas kesehatan membawa jasad hangus keluar dari rumah sakit yang terbakar sementara banyak pasien batuk karena asap yang mengepul.”

Ketua Parlemen Irak Mohamed Al-Halbousi , mengeluarkan kecaman lewat Twitter, menganggap insiden itu sebuah kegagalan untuk melindungi rakyat Irak. “Insiden Rumah Sakit Al-Hussein adalah bukti nyata kegagalan untuk melindungi kehidupan warga Irak, dan inilah saatnya untuk mengakhiri ini.” Trb