Walikota Medan Dihukum Tetapkan Lapangan Merdeka Sebagai Cagar Budaya

Hukum, Medan, Politics576 Dilihat

Gardamedannews.com- MEDAN- Majelis Hakim Pengadian Megeri Medan memutuskan memerintahkan Walikota Medan untuk menerbitkan Penetapan Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai cagar budaya. Selain itu, Walikota Medan juga dihukum membayar ongkos perkara sebesar Rp 1.610.000,.

“Memerintahkan Tergugat untuk menerbitkan Penetapan Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai Cagar Budaya melalui Peraturan Wali Kota Medan yang menetapkan secara tegas Tanah Lapang Merdeka Medan, sebagai Cagar Budaya,”. Demikian amar putusan yang dibacakan Hakim Ketua Dominggus Silaban, Rabu (14/7).

Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumatera Utara (KMS M-SU) Peduli Lapangan Merdeka Medan, melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Humaniora mengatakan, berdasarkan putusan tersebut, maka Wali Kota Medan selaku Tergugat terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melakukan perbuatan melawan hukum, akibat tidak menetapkan Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai cagar budaya.

” Wali Kota Medan sudah seharusnya menjadi contoh bagi warganya, untuk mentaati hukum dengan menjalankan isi putusan ini, yakni menetapkan secara tegas Tanah Lapang Merdeka Medan sebagai Cagar Budaya,” kata Kuasa Hukum Penggugat Redyanto Sidi.

Redyanto Sidi, Direktur LBH Humaniora itu juga mengatakan, atas putusan itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya, yang telah mendukung upaya memerdekakan Tanah Lapang Merdeka Medan untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

KMS M-SU Peduli Lapangan Merdeka Medan, melalui LBH Humaniora mengajukan gugatan warga negara (citizen lawsuit), ke Pengadilan Negeri Medan pada Selasa (10/11) lalu. Pihaknya menuntut Wali Kota Medan, agar melakukan revisi peninjauan kembali terhadap peraturan daerah Nomor 13 tahun 2011 tentang RTRW kota Medan tahun 2011-2031, dan memasukkan tanah Lapangan Merdeka Medan seluas 4,88 Ha ke daftar cagar budaya.

” Kondisi lapangan merdeka sangat memprihatinkan, ini yang menjadi tujuan dari kita. Ada bagian-bagian yang menutupi lapangan merdeka, sehingga menghilangkan keasliannya. Sehingga membuat tidak nyaman warga dan tidak semudah dan leluasa seperti dahulu,” kata Redyanto.

Ketakutan KMS bahwa ke depannya diduga akan adanya pergeseran wilayah, sehingga disebut dapat menghilangkan nilai asli dari lapangan merdeka itu. “Akan ada kemungkinan pergeseran wilayah, batas. Akan ada hilangnya nilai asli dari lapangan merdeka tadi. Tentu juga ada pengalihfungsian, ini yang kita khawatirkan. Trb