Anggota Polres Tanjungbalai Dipecat Tidak Hormat

Hukum, Kriminal, Ragam, Sumut542 Dilihat

Gardamedannews.com- TANJUNGBALAI- Aipda Arianto Sinaga, anggota Sat Reskrim Polres Tanjungbalai, akhirnya dipecat dengan tidak hormat, setelah ia terbukti dengan sah dan meyakinkan edarkan sabu di daerah Tanjungbalai.

Pemecatan Aipda Arianto Sinaga dilakukan setelah Polres Tanjungbalai menggelar sidang kode etik terhadap yang bersangkutan pada Jumat (23/7) . Menurut Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai Iptu Ahmad Dahlan, upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Aipda Arianto Sinaga dilakukan di halaman Polres Tanjungbalai.

Aipda Arianto Sinaga hadir dalam prosesi pemecatan. Dia datang menggunakan seragam dinas lengkap dan menggunakan masker. Saat pemecatan dilakukan, mimik wajah Aipda Arianto Sinaga lesu. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. “Ini adalah bukti komitmen Polri melawan peredaran narkoba,” kata Ipdu Ahmad Dahlan, Senin (26/7).

Kasus yang mendera Aipda Arianto Sinaga ini terjadi pada tahun 2018 silam. Saat itu, persisnya 30 Januari 2018 lalu, Aipda Arianto Sinaga memesan sabu seberat 37 gram kepada Firman A SInaga. Kemudian,dia edarkan sabu itu dan dijual pada temannya yang akrab disapa Bro.

Upaya edarkan sabu ini terendus, dan Aipda Arianto Sinaga ditangkap dan diproses hukum. Aipda Arianto Sinaga kemudian divonis Pengadilan Negeri Tanjungbalai dengan hukuman pidana 6 tahun dan tiga bulan penjara. Namun, Aipda Arianto tak terima dengan hukuman itu.

” Tapi dia melakukan banding ke Pengadilan Tinggi. Saat itu putusan bandingnya menjadi lima tahun dan satu bulan,” kata Ahmad Dahlan. Tidak puas atas putusan itu, Aipda Arianto Sinaga mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Sialnya kasasi itu ditolak mentah-mentah oleh MA, sehingga dia wajib menjalani hukuman tersebut.

Setelah hukuman terhadap Aipda Arianto Sinaga incraht, Polres Tanjungbalai langsung menggelar sidang kode etik di ruang Endra Dharma Laksana Polres Tanjungbalai.

Aipda Arianto Sinaga dinyatakan bersalah melanggar Pasal 11 ayat (1) huruf (c) Peraturan Kapolri No 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Dia pun dipecat atas pertimbangan Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PPRI No.1/2003 ttg pemberhentian anggota Polri. Bun