Pemuda Batak Bersatu Mengamuk di RS Adam Malik Medan

Health, Hukum, Medan, Sumut455 Dilihat

Gardamedannews.com- MEDAN- Beberapa saat setelah kematian Nurmala Tambun (48), puluhan warga yang tergabung dalam organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB), menggeruduk dan mengamuk di RS Adam Malik Medan, Sumatera Utara. Pasalnya, mereka menilai ada kejanggalan dalam kematian Nurmala Tambun.

Keadaan di rumah sakit itu cukup mencekam hingga beberapa personel kepolisian siaga di lokasi. Informasi yang diterima, beberapa  OKP dan pemuda ini mendatangi RSUP Adam Malik Medan pada Sabtu (7/8) malam. Mereka menduga ada kejanggalan atas kematian Nurmala Tambun (48).

Emma Asih Valentina Siadari, salah seorang keluarga almarhum Nurmala Tambun dihubungi menyampaikan kalau terdapat lebam-lebah di jenazah. Ia menceritakan Nurmala yang tinggal di Jalan Pintu Air Medan sejak lama menderita kanker payudara dan sudah menjalani enam kemoterapi.

Pada waktu korban mengalami lemas dan demam, dinyatakan oleh pihak medis reaktif Covid-19 lalu dimasukkan ke ruang isolasi. “Saat tante (Nurmala Tambun) mau kemo, dia demam. Dinyatakan reaktif lalu dimasukkan ke ruang isolasi. Tepat seminggu lalu,” ujar Emma..

Setelah dirawat seminggu, pada Sabtu 7 Agustus Pukul 17.00 WIB Nurmala Tabun meninggal Dunia. Emma merasa janggal, keluarganya meninggal status Covid-19 dan mengalami lebam di wajah. “Kami butuh penjelasan dari pihak rumah sakit Adam Malik Medan atas meninggalnya Tante kami,” pintanya.

” Justru yang menjadi pertanyaan, kenapa di mayat tante kami banyak terdapat lebam. Di tangan, di jari-jari, mulut, kepala bendol, di samping mata bolong, mata berdarah dan bengkak besar. Apa sebenarnya yg terjadi? Kami butuh jawaban,” tambah Emma.

Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorotyh Simanjuntak, dikonfirmasi belum mau memberikan keterangan resmi atas kejdian tersebut. Bun