Ditolak Rumah Sakit, Bule Positif Covid-19 Terlunta-lunta di Medan

Health, Medan, Ragam, Sumut619 Dilihat

Gardamedannews.com- MEDAN- Mohamed Fathy Gabrel, bule asal Amerika Serikat, terlunta-lunta di Medan, setelah ditolak rumah sakit. Padahal, ia mengaku telah empat hari terpapar covid-19. Akhirnya, ia pun  melapor di pos penyekatan di Jln Sisingamangaraja Medan, Jumat (13/8).

Usai melapor dan menceritakan tentang dirinya, akhirnya petuga Pos penyekatan membawa Gabrel dengan ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kepada petugas pos penyekatan, Mohamed Fathy Gabrel mengaku sudah mendatangi rumah sakit untuk menjalani pengobatan covid-19, namun selalu ditolak.

” Dari pengakuannya, ia positif. Namun saya belum dapat datanya,” kata Plt Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti, Jumat (13/8). Disinggung lebih lanjut soal WN Amerika ini, Neneng tak bisa berkomentar banyak. Sejauh ini, WN Amerika tersebut sudah dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Mohamed Fathy Gebrel mendatangi pos penyekatan menggunakan topi berwarna hijau tua, dengan kaus motif biru abu putih. Mohamed Fathy Gabrel membawa paspornya, dan terlihat ia menggunakan sendal karet sembari menenteng plastik warna merah muda.Di pos penyekatan, Mohamed  Fathy Gabrel sempat duduk, lalu dibawa menggunakan mobil ambulans.

Keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit di Sumut saat ini cukup tinggi. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyarankan agar pasien Covid-19 melakukan pencarian ketersediaan tempat tidur di rumah sakit melalui aplikasi digital Siranap (Sistem Informasi Rawat Inap).

“Berikan berita kepada rakyat kita saat ini soal kondisi BOR, tempat tidur. Tetapi tidak ada kontak antara rakyat yang sedang sakit dengan rumah sakit. Sehingga dia mutar-mutar ke rumah sakit A, B atau C. Padahal di dalam ambulans itu pasien,” jelas Edy di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Jumat (13/8).

Satgas Penanganan Covid-19 Sumut akan terus berkoordinasi dengan rumah sakit-rumah sakit yang menyediakan ruangan rawat inap maupun ICU bagi pasien Covid-19 yang ada di Sumut. Sehingga data kondisi keterisiannya tempat tidur di setiap rumah sakit bisa diupdate ke dalam aplikasi Siranap dan kemudian dapat diakses oleh para pasien Covid-19 yang ingin mendapat perawatan.

Irman Oemar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, menyebutkan, saat ini sudah ada 28 rumah sakit di Sumut yang tingkat ketersediaan tempat tidurnya dapat diakses melalui aplikasi Siranap.

” Dengan membuka aplikasi tersebut, kita mengetahui bagaiaman kondisi rawat inap, ICU rumah sakit yang ada di situ. Itu lah yang dikoordinasikan gubernur selaku Kasatgas Covid-19 Sumut. Sehingga Satgas dan rumah sakit bisa saling berkoordinasi,” ujar Irman.Bun