Siti Aslan, Sang Janda Pengetuk Pintu Langit di Labuhan Batu

Gardamedannews.com- RANTAUPRAPAT- Siti Aslan hanya bisa tertunduk menatap bumi. Tetesan air matanya membasahi kedua pipinya yang mulai keriput. Kedua bibirnya terkatup, tak mampu berkata-kata. Pikirannya melayang jauh, tak tahu entah apa yang harus diperbuatnya. Yang dia tahu hanyalah, bahwa dirinya adalah seorang janda miskin yang harus menghidupi tiga cucunya.

Tinggal di gubuk reot dengan tempat tidur seadanya, Siti Aslan harus berbagi pedihnya kehidupan dengan ketiga cucunya yang belum mengerti arti kebahagiaan. Nun..jauh di sana di Jln Pendidikan, Pardamean, Rantau Prapat, Labuhan Batu, Siti Aslan tinggal. Di sinilah, setiap hari ia harus berfikir keras, bagaimana menyambung nafas ketiga cucunya itu. Tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk membangun rumah mewah, atau menumpuk kekayaan seperti layaknya sang koruptor.

Bekerja serampangan, penghasilan Siti Aslan hanya pas-pasan. Namun, semangatnya cukup kuat menantang perihnya roda kehidupan. Apalagi, di pelupuk matanya, kerap menempel bayang-bayang wajah ketiga cucunya. “ Mereka harus hidup. Mereka harus mampu mengalahkan congkaknya dunia,”. Begitulah yang tersirat dalam hati Siti Aslan untuk membahagiakan cucu-cucu tersayangnya.

Di dalam rasa, di dalam jiwa dan di dalam doa, Siti Aslan tak pernah berhenti meminta kepada Tuhan. Permintaanya, semoga Allah tetap meberikannya kesehatan dan rezeki. Karena itu pula, sebagai manusia, kendati sudah renta, Siti Aslan tak mengenal putus asa dan pasrah. Sebab, di dalam kalbunya telah terpatri, mereka bukanlah “bunga-bunga trotoar”, tapi bunga-bunga bangsa, yang berselimutkan semangat Ibu Kartini dan Dewi Sartika.

Setiap malam, Siti Aslan tak mampu membendung air matanya, saat melihat ketiga cucunya terbaring di atas tikar seadanya. Dalam hati Siti Aslan berkata-kata, seharusnya ketiga cucunya ini menikmati masa bermain nan ceria. Namun, nasib dan roda zaman menggilas kebahagiaan mereka dan menggantinya dengan selimut penderitaaan serta kenistaan. Jangankan bisa menikmati lezatnya bumbu rendang, untuk mencicipi kepala ikan asin pun, mereka harus berjuang sampai tetes keringat yang penghabisan.

Namun, mujur tak dapat diraih, malang tak dapat diundang. Perlahan, Allah mengabulkan doa Siti Aslan. Pintu langit terbuka, ketika untaian doa sang janda beriring air mata. Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu untuk tahun 2021 ini mengalokasikan dana bedah rumah di Jln Pendidikan sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK), termasuk rumah Siti Aslan.

Begitu mendengar kabar rumahnya termasuk yang dibedah (renovasi), Siti Aslan tercengang, dan bagaikan dapat durian runtuh. Sambil menangis, ia pun bersudud syukur kepada Allah, ternyata Allah mendengar doanya. Pikirannya pun langsung tertuju kepada ketiga cucunya. Ia pun membayangkan ketiga cucunya bisa tidur nyaman dan nyenyak setiap malam. Mereka tak lagi pontang-panting menampung air di kala hujan turun, karena harus menempel atap rumnah yang bocor.

Kini, renovasi rumah sudah berjalan 50 persen. Dan, rencananya sesuai ketentuan Pemkab Labuhan Batu, rumah tersebut harus selesai pada 5 Januari 2022. Pemilik rumah yang dibedah sedikit lega karena Pemkab menyerahkan pengerjaannya kepada tukang yang ditunjuk pemiklik rumah. Kemudian, pihak Kelurahan membantu upah tukangnya.

Wajar kalau akhirnya Siti Aslan mengucapkan terima kasih yang cukup besar kepada Pemkab Labuhan Batu yang telah membantu meringankan beban keluarga miskin di daerah itu.  Ia juga mengharapkan program Pemkab ini berjalan setiap tahun, sampai akhirnya seluruh keluarga miskin di Kabupaten ini bisa terbantu. (Ikmawati S.Pd)