FKPT Usulkan Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Jadi Ahli di BNPT

Akademik, Kampus, Nasional, Sumut1271 Dilihat

Gardamedannews.com- MEDAN- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Prof.Dr.Syahrin Harahap, MA diusulkan menjadi anggota ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Salah satu pertimbangannya adalah karena Prof. Syahrin pelopor dalam kerukunan umat beragama dan moderasi beragama di Sumatera Utara.

Pengusulan tersebut diajukan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara, sesuai dengan suratnya NomorL:001/FKPT-Sumut/I/2022 tanggal 4 Januari 2022, yang ditandatangani Ketua FKPT Sumut, Drs. Ishaq Ibrahim, MA. Turut juga mengusulkan, Fajar Azzuhri Dalimunthe S. Ikom, DR. Arifuddin Muda Harahap, M. Hum. (Kabid Pemuda) Arifin Marpaung. MA (Kabid Agama) Sofiaty Lubis. SH. MH (Kabid Perempuan dan Anak) DR. H. Erwan Efendi. MA (Kabid Humas) DR. Bahkrul Khairul Amal. M. Si (Kabid Penelitian).

Sebelumnya, kata Ishaq, seusai acara peringatan HAB ke-76 Kemenag di kampus UIN Sutomo Medan, Ishaq yang didampingi Kabid Agama Drs Arifin Marpaung MA telah mengadakan silaturrahmi dengan Rektor UIN Sumut Prof. Syahrin yang didampingi Wakil Rektor II Dr. Hasnah Nasution. Dalam silaturrahmi tersebut, Ishaq meminta kesediaan Prof. Syahrin untuk diusulkan menjadi ahli di BNPT. Dan, Prof. Syahrin menyetujui usulan tersebut

Menurut Ishaq, bukan tanpa alasan FKPT mengusulkan Prof Syahrin menjadi anggota ahli di BNPT. Selain sebagai Rektor UIN Sumut, Prof. Syahrin juga sudah menjadi narasumber di BNPT sejak tahun 2015. Kemudian, Prof. Syahrin adalah sosok pelopor moderasi beragama di Sumatera Utara. “ Kehadiran Prof. Syahrin akan semakin memperkuat tim ahli di BNPT, “ tegas Ishaq.

Ishaq menjelaskan, dalam pertemuan silaturrahmi tersebut juga membicarakan rencana kerjasama antara FKPT dengan UIN Sumut dalam upaya penanggulangan dan pemberantasan radikalisme serta terorisme di kampus. Kerjasama ini akan sangat berarti dalam mencegah tumbuhnya paham radikalisme di kampus.

“ Kita tidak ingin kampus dijadikan tempat pengkaderan atau sasaran radikalisme. Sebab, kampus adalah tempat lahirnya elit-elit intelektual dan calon pemimpin bangsa ini, “ ujar Ishaq.

Ishaq berharap kepada seluruh mahasiswa UIN Sumut untuk mendukung kerjasama ini demi terwujudnya kampus yang bersih dari paham radikalisme. Dalam kerjasama ini nantinya, kata Ishaq, juga akan melibatkan mahasiswa UIN Sumut, sebagai garda terdepan dalam upaya memberantas terorisme. “ Pokoknya kita semua terlibat aktif dalam membersihkan kampus dari paham radikalisme, “ pungkas Ishaq. Tar