Ketua LPTQ: Kualitas dan Kuantitas Peserta MTQ Cukup Membanggakan

Gardamedannews.com – MEDAN – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara, Dr.H.Asren Nasution , MA menegaskan, kualitas peserta Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Sumut kali ini cukup berkualitas dan membanggakan. Bahkan dari segi kuantitatif, MTQ ke-38 ini cukup meningkat tajam dari tahun sebelumnya. Pada MTQ ke-37 di Tebing Tinggi tercatat 1.137 peserta, sedangkan tahun ini sebanyak 1.311.

“ Talenta peserta pun cukup membanggakan, “ kata Asren Nasution, Kamis (24/3/2022) saat bincang-bincang sore bersama Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA, di lokasi bazaar MTQ kampus UIN Sumut Jalan Sutomo, Medan.

Selain itu, tambah Asren, ada yang cukup mengejutkan di cabang Khat Alquran. Salah seorang peserta ada yang masih berusia 14 tahun, tapi sudah berlaga di tingkat Sumatera Utara. Penampilannya juga dipuji dewan hakim. Inilah yang harus diperhatikan dan dikembangkan. Jika kelak ia jadi pemenang, LPTQ Sumut akan menyekolahkannya sampai ke tingkat internasional.

“ Kebanggan lain yang menjadi perhatian kita adalah, semua peserta yang mengikuti MTQ kali ini, menurut hakim dari luar Sumut, kemampuannya sudah memenuhi standard nasional, “ jelas Asren.

Menurut Asren, untuk menyahuti bakat para peserta MTQ ini, Gubernur Sumatera Utara melalui LPTQ telah mempersiapkan uang pembinaan. Selain itu, LPTQ juga akan mendidik dan melatih para pemenang tersebut selama 114 hari, untuk persiapan MTQ tingkat nasional. “ Kalau sudah juara nasional, Gubsu memberikan bonus untuk juara I sebesar Rp.100 Juta, “ ujarnya.

Asren menilai MTQ kali ini memang berbeda dengan MTQ sebelumnya. Selama 37 kali MTQ. Pelaksanaannya dilakukan oleh birokrat. Tapi, MTQ ke-38 ini dilaksanakan akademisi yang terdiri dari delapan Profesor, 66 doktor, 56 S2 dan 28 S1. Perbedaan yang mencolok adalah, jika akademisi yang melaksanakannya, mereka berani jemput bola.

Keberhasilan MTQ ini, sebenarnya tak terlepas dari peran Gubsu Edy Rahmayadi. Seperti yang diungkapkan Asren, berawal dari Surat Edaran Gubsu tanggal 12 Nopember 2021. Isinya, Gubsu menghimbau agar Bupati di Sumatera Utara mengadakan MTQ mulai tingkat RT, desa dan seterusnya. “ Sebab, banyak bibit-bibit qori itu banyak muncul dari prdesaan, “ jelas Asren.

Contohnya, kata Asren, pemanang MTQ tingkat Nasional bernama Istiqomah. Wanita tahfizah 30 Juz asal Sei Kapayang, Tanjung Balai ini, berturut-turut selama tiga kali menjadi juara nasional. Gubsu pun memberkan bonus sebesar Rp.300 juta disamping hadiah resmi lainnya.

Murid dari Husna Siagiaan itu pun membeli kebun kelapa dari hasil bonus Gubsu. Sekarang, Istiqomah sudah jadi toke kopra. Padahal, sebelumnya Istiqomah hanya bekerja sebagai pencungkil kopra. Dan, seperti yang pernah diungjkapkan Gubsu bahwa Sumatera Utara berbicara di tingkat Nasional baru dalam bidang MTQ.

“ Makanya kita terus mengadakan pembinaan yang rutin kepada para pememang MTQ ini dari segala bidang perlombaan, “ pungkas Asren Nasution sambil mencicipi martabak telor yang disediakan stand pameran di UIN Sumut. Tar