LKBH UIN Sumut Marah, akan Mengadu ke Kapolri dan Panglima

Kriminal, Nasional2016 Dilihat
LKBH UIN Sumut Marah, akan Mengadu ke Kapolri dan Panglima
Pangdam I/BB Mayjend Achmad Daniel Chardin dan Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA

Gardamedannews.com- MEDAN- Bandit tanah di area milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut Desa Sena, Batang Kuis, Deli Serdang, kayaknya memiliki beking kuat. Buktinya, , mereka tetap beraksi lagi. Ini terlihat kemarin beberapa beko dan truk memasuki lahan untuk mengeruk tanah di asset negara itu.

Inilah yang membuat Lembaga Koordinator Bantuan Hukum (LKBH) UIN Sumut berang. Salah seorang pengurusnya, Dr. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum menegaskan akan segera menyurati Kapolri dan Panglima TNI untuk segera menindak oknum-oknum tak bertanggungjawab itu. “ Kita tidak main-main. Kita segera menyurati Kapolri dan Panglima TNI, “ tegas Arif kepada wartawan, Kamis (19/5/2022) di Medan.

Sebelumnya, ketika beraudensi dengan Pangdam I/BB beberapa waktu lalu, Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA mengadukan masalah ini.

Lahan milik UIN Sumut yang dikeruk bandit tanah

Setelah  itu, memang kegiatan pencurian tanah di lahan milik UIN Sumut itu berhenti. Tapi, beberapa hari lalu sampai sekarang, bandit-bandit tanah itu beraksi kembali. “ Ini tak bisa dibiarkan. Kita akan lawan dan terus melawan, “ ujarnya. “ Apapun resikonya, asset ummat Islam ini, harus diselematkan, “ tambahnya.

Padahal, seperti yang diungkap Ketua Tim Tanah UIN Sumut, Dr. Nisful Khoiri MA, pihaknya sedang mengurus dan mempersiapkan serta mempercepat proses administrasi pensertifikatan tanah tersebut. Hanya tinggal menunggu waktu saja. “ Tapi, mafia tanah itu terlalu berani, dan kita akan mengadu, “ tegas Nisful.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bandit-bandit tanah yang beraksi di lahan milik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, di desa Sena, Batang Kuis, Deli Serdang, kini makin mengganas. Setelah beberapa hari menghentikan aksinya di malam hari, Senin (17/1/2022),  mereka beraksi lagi mulai pagi hari.

Dipantau wartawan Gardamedannews.com, sejak pukul 07.00 Wib bandit tanah itu mengerahkan tiga beko berukuran besar dan sekitar 15 truk pengangkut tanah. Mereka beraksi sampai pukul 12.00 Wib. Aksi mereka berjalan mulus karena tampak diawasi sekitar lima orang bermuka sangar dan berambut cepak. Kelima orang ini memantau dari arah belakang lahan tersebut. Mereka memperhatikan dengan cermat siapa saja yang melintas di areal itu.

Pada pukul 10.00 Wib, terlihat dua beko besar bergerak persis ke arah lahan UIN Sumut di pinggir jalan Balai Desa. Di sini, kedua beko bekerja secara bersamaan mengeruk tanah dan mengangkutnya ke dalam truk yang antri secara bergantian. Kerja mereka nampak begitu cepat. Kemungkinan besar ini dilakukan agar tidak mengundang perhatian masyarakat yang melintas.

Di pinggir jalan Balai Desa ini, beko tersebut mengeruk tanah sedalam 30-60 Cm hampir seluas satu hektare. Sedangkan ke arah belakangnya sudah dikeruk seluas satu hektare juga. Di bagian belakang ini, satu unit beko sedang bekerja membersihkan lahan, yang kemudian akan mengeruk tanahnya. Di bagian belakang dan depan, kelima orang bermuka sangar dan berambut cepak itu, silih berganti mengawasinya. “ Usir, siapa saja yang mencurigakan, “ perintah salah seorangnya kepada temannya saat wartawan Gardamedannews.com mendekati beko yang bagian belakang.

Bendo, salah seorang pemuda setempat yang ikut menyaksikan aksi bandit-bandit tanah itu mengatakan, jika aksi pengerukan tanah itu dibiarkan, maka dalam hitungan tidak sampai sebulan lagi, maka lahan milik UIN Sumut ini sebahagiannya akan menjadi danau. “ Rektor UIN Sumut, Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA harus cepat bertindak, sebelum seluruh areal ini jadi danau buatan, “ kata Bendo.

Menurut perkiraan sudah hampir lima hektare lahan UIN Sumut itu yang dikeruk bandit-bandit tanah tersebut. Para bandit tanah telah meraup untung yang berlimpah. Sedangkan negara, dalam hal ini, UIN Sumut telah dirugikan miliaran rupiah. Bayangkan, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan UIN Sumut untuk menimbun kembali danau itu, jika kelak lahan tersebut akan dijadikan kampus dan rumah sakit Islam.

Sementara bandit-bandit tanah tersebut telah meraup keuntungan yang tidak sedikit. Jika satu truk tanah saja dihargai Rp.300 ribu, maka berapa banyak uang yang diraupnya dari ribuan truk tanah yang telah dikeluarkan dari lahan UIN itu. Tar