“Perusuh” di UIN Sumut Mengancam dan Mengemis Minta Proyek

“Perusuh” di UIN Sumut Mengancam dan Mengemis Minta Proyek

Gardamedannews.com- MEDAN– Kepemimpinan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA, sebenarnya sudah cukup bagus. Perubahan dan perkembangan UIN Sumut terus melejit. Pembenahan di berbagai sektor sudah dilakukan dan menunjukkan grafik yang meningkat. Bahkan, tahun ini minat calon mahasiswa UIN Sumut mencapai 37 Ribu orang lebih. Padahal, UIN Sumut hanya menerima 7000 mahasiswa baru.

Namun, sejalan dengan kemajuan ini, muncul sekelompok “perusuh” yang ingin mengotori kemajuan UIN Sumut. Mereka dengan sengaja menteror pejabat UIN Sumut dengan demo-demo dan chating. “ Mereka itu tak bermoral, “ kata Amran Siregar, salah seorang alumni Fak. Syariah UIN Sumut stambuk 1987, Rabu (20/7/2022) melalui sambungan selular.

Menurut Amran, ia tahu persis siapa pengendali demo-demo yang memfitnah Rektor UIN Sumut, bahkan sampai ke Jakarta. Mereka adalah “A” dan “R”. A adalah orang yang selama ini mengaku-ngaku sangat dekat dengan Ketua DPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Kodrat Shah, juga mengaku bisa mengatur Kapoldasu dan Kajati Sumut serta Kajari Medan. Malah, A yang berpenampilan seperti “banci” karena sering berganti warna rambut itu, sesumbar mengatakan dialah yang memenjarakan Prof. Saidurrahman, Rektor UIN Sumut sebelumnya.

Sebelumnya, kata Amran, berdasarkan cerita yang diterimanya,  A ini diduga kuat dalang yang membuat somasi kepada pejabat UIN Sumut. Tapi, somasi itu tidak dilayani pejabat UIN Sumut karena subtansinya tidak tepat. Kemudian, dia juga mengabari akan demo ke Jakarta dengan membawa 50 massa, padahal massanya cuma tiga orang.

Kampus UIN Sumut di Tuntungan

Setelah upayanya ini gagal, A dan orang-orang suruhannya sambil sedikit mengancam lalu mengemis minta proyek yang ada di UIN Sumut. Sebelumnya, seperti yang dijelaskan Amran, A ini berlagak sebagai penguasa jagad. Ia mengultimatum akan meminta jatah 10 persen dari nilai proyek kepada semua  pemborong yang mengerjakan proyek. “ Dasar mansuia brengsek, “ ujar Amran.

Amran juga mendengar bahwa A telah mendapatkan proyek di UIN Sumut TA 2021. Tapi, proyek itu “dijual”-nya kepada orang lain. Celakanya, hasil pekerjaan proyek itu tak sesuai harapan. Mungkin, karena ini ia tak diberi proyek lagi. “ Ini harus menjadi catatan penting bagi pejabat UIN Sumut, “ ungkap Amran.

Karena itu pula Amran meminta kepada pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Pusat untuk tidak menanggapi apa yang menjadi ocehan kelompok A ini. Sebab, mereka ini hanya menebar fitnah karena tak mendapatkan proyek di UIN Sumut. Dan, kepada pejabat di UIN Sumut, Amran berharap untuk bersikap tegas terhadap kelompok perusuh ini. “ Sikat habis siapapun yang merusuh di UIN Sumut, “ pinta Amran.

Kabar terakhir yang diterima, pejabat terkait di UIN Sumut sedang memeriksa dokumen dan hasil kerja proyek yang pernah dikerjakan A. Jika ada penyimpangan dan tak beres, maka penyimpangan ini akan dilaporkan kepada pihak berwajib. Red