“Banci” Perusuh di UIN Sumut Pernah Tipu Pejabat Hukum

“Banci” Perusuh di UIN Sumut Pernah Tipu Pejabat Hukum
Kampus UIN Sumut di Tuntungan

Gardamedannews.com- MEDAN- Akhirnya. Tabiat menjijikkan “banci” perusuh di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Medan, terbongkar juga. Ternyata beberapa waktu lalu, “A” yang mengaku bisa mengatur Kapoldasu dan Kajati Sumut itu, pernah menipu seorang pejabat yang membidangi hukum di Medan. Bahkan, ia disinyalir juga berpraktek sebagai Markus (Makelar Kasus).

Kelakuan tak bermoralnya itu diungkap sumber media ini yang kenal betul dengan A. Menurut sumber, beberapa waktu lalu, A dipercaya seorang pejabat untuk berbisnis di bidang proyek pemerintah. Belakangan, si pejabat mengeluh karena terus-terusan ditipu A yang juga selalu mengaku sangat dekat dengan Ketua DPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Kodrat Shah. “ Bila diperlukan, nanti saya ambilkan berkasnya. Dia memang penipu, “ kata sumber itu meyakinkan wartawan.

Sementara, info yang diterima dari beberapa pejabat UIN Sumut, Kamis (21/7/2022), pejabat terkait tentang proyek sudah merampungkan berkas proyek yang pernah diberikan kepada A pada anggaran 2021. Tapi, proyek itu, berdasarkan pemeriksaan,  ternyata tak sesuai dengan harapan alias menipu. Selain sesegera mungkin akan melaporkan A, pejabat terkait kayaknya sepakat untuk tidak memberikan pengerjaan proyek apa pun kepada “banci” tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,muncul sekelompok “perusuh” yang ingin mengotori kemajuan UIN Sumut. Mereka dengan sengaja menteror pejabat UIN Sumut dengan demo-demo dan chating. “ Mereka itu tak bermoral, “ kata Amran Siregar, salah seorang alumni Fak. Syariah UIN Sumut stambuk 1987, Rabu (20/7/2022) melalui sambungan selular.

Menurut Amran, ia tahu persis siapa pengendali demo-demo yang memfitnah Rektor UIN Sumut, bahkan sampai ke Jakarta. Mereka adalah “A” dan “R”. A adalah orang yang selama ini mengaku-ngaku sangat dekat dengan Ketua DPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Kodrat Shah, juga mengaku bisa mengatur Kapoldasu dan Kajati Sumut serta Kajari Medan. Malah, A yang berpenampilan seperti “banci” karena sering berganti warna rambut itu, sesumbar mengatakan dialah yang memenjarakan Prof. Saidurrahman, Rektor UIN Sumut sebelumnya.

Sebelumnya, kata Amran, berdasarkan cerita yang diterimanya,  A ini diduga kuat dalang yang membuat somasi kepada pejabat UIN Sumut. Tapi, somasi itu tidak dilayani pejabat UIN Sumut karena subtansinya tidak tepat. Kemudian, dia juga mengabari akan demo ke Jakarta dengan membawa 50 massa, padahal massanya cuma tiga orang.

Setelah upayanya ini gagal, A dan orang-orang suruhannya sambil sedikit mengancam lalu mengemis minta proyek yang ada di UIN Sumut. Sebelumnya, seperti yang dijelaskan Amran, A ini berlagak sebagai penguasa jagad. Ia mengultimatum akan meminta jatah 10 persen dari nilai proyek kepada semua  pemborong yang mengerjakan proyek. “ Dasar mansuia brengsek, “ ujar Amran.

Amran juga mendengar bahwa A telah mendapatkan proyek di UIN Sumut TA 2021. Tapi, proyek itu “dijual”-nya kepada orang lain. Celakanya, hasil pekerjaan proyek itu tak sesuai harapan. Mungkin, karena ini ia tak diberi proyek lagi. “ Ini harus menjadi catatan penting bagi pejabat UIN Sumut, “ ungkap Amran.

Karena itu pula Amran meminta kepada pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Pusat untuk tidak menanggapi apa yang menjadi ocehan kelompok A ini. Sebab, mereka ini hanya menebar fitnah karena tak mendapatkan proyek di UIN Sumut. Dan, kepada pejabat di UIN Sumut, Amran berharap untuk bersikap tegas terhadap kelompok perusuh ini. “ Sikat habis siapapun yang merusuh di UIN Sumut, “ pinta Amran. Red